Jumat, 07 Agustus 2009

WELCOME


WELCOME IN OUR SCHOOL
SDN BAYEMAN I KEC.TONGAS
KAB.PROBOLINGGO

Alhamdulillah...
Akhirnya kami mempunyai blog.
Mari, kita gunakan sebagai wahana menyalurkan inspirasi dan menambah ilmu pengetahuan.
Sesuai dengan kemajuan teknologi saat ini, SDN Bayeman I, berusaha untuk senantiasa memberikan yang terbaik untuk kemajuan pendidikan siswa - siswi SDN Bayeman I
Terima kasih!

SDN Bayeman I mengajak siswa - siswi untuk mengenal KOMPUTER dan bisa mengoperasikannya dengan baik dan benar, tidak hanya itu saja INTERNET juga sudah di kenalkan pada anak - anak, sehingga siswa dapat mengakses berbagai informasi yang berkenaan dengan pelajaran - pelajaran yang ada di sekolah,sehingga wawasan siswa semakin bertambah tidak hanya seperti apa yang ada di buku saja. Pembelajaran KOMPUTER dan INTERNET menuntut siswa untuk senantiasa berfikir kritis.


Maka dari itu kami mempunyai visi dan misi untuk mewujudkan cita-cita bersama dalam memajukan pendidikan di segala bidang.

VISI

Beriman dan bertaqwa, Cerdas, Akhlakul kharimah serta unggul di segala bidang

MISI
  1. Membangun insan yang beriman dan bertaqwa
  2. Membangun insan yang cerdas, terampil dan mandiri
  3. Membangun insan yang berwawasan luas serta mampumengembangkan Teknologi Informasi dan Komunikasi
  4. Membiasakan warga sekolah untuk berakhlak mulia

Tujuan Sekolah

SDN Bayeman I membedakan tujuan menjadi tiga tahapan :

1. Tujuan jangka pendek ( 0 - 1 tahun )

2. Tujuan jangka menengah ( 2 - 4 tahun )
3. Tujuan jangka panjang ( 5 - 10 tahun )

PROFILE OUR SCHOOL


PROFILE OUR SCHOOL
SDN BAYEMAN I

http://www.sdnbayeman1.blogspot.com


Nama Sekolah : SDN Bayeman I

Nomor Statistik Sekolah : 101052004021

NPSN : 28420546566

Propinsi : Jawa Timur

Otonomi Daerah : Pemkab. Probolinggo

Kecamatan : Tongas

Desa/Kelurahan : Bayeman

Jalan dan Nomor : Jl. Raya Bayeman

Kode pos : 67252

Telepon : (0335) 511005

Status Sekolah : Negeri

Akreditasi : B

Tanggal Penetapan : 16 Oktober 2006

Penerbit SK : Ketua Badan Akreditasi Sekolah Jawa Timur

Tahun Berdiri : 1960

Kegiatan Belajar Mengajar : Pagi

Bangunan Sekolah : Milik Pemerintah

Jarak ke Pusat Kecamatan : 2 Km

Jarak ke Pusat Otoda : 12 Km

Jarak Ke Pusat Otoda : 12 Km


PROFILE THE CLASS

FIRST CLASS

Gambar disamping merupakan ruang kelas I.Jumlah siswanya 50 siswa.Wali kelas I adalah Ibu Pinatun, A. Ma.Pd. tanggal lahir 29/09/1959 di Banyuwangi.
Beliau merupakan guru andalan kami karena selama bertahun-tahun beliau tetap sabar menghadapi tingkah laku anak kelas I.Tetapi beliau sekarang dibantu oleh Ibu Musrifa, A.Ma.Pd.Semoga beliau tetap menjadi panutan kami semua.


SECOND CLASS

Dulu di SDN Bayeman I ruang kelas II tidak ada jadi KBM dilaksanakan setelah kelas I pulang.Tapi setahun yang berkat perjuangan Kepala Sekolah, dewan guru beserta Komite Sekolah dan semua Paguyuban kelas, ruang yang semulanya gudang akhirnya bisa dimanfaatkan menjadi ruang kelas II.Semoga Pak Taufik Salasa, A.Ma Pd. Wali kelas II menjadi betah.Jumlah muridnya sekarang 40 siswa.

THIRD CLASS

Di kelas III ini gurunya masih fress artinya benar-benar baru di SDN Bayeman I.Nama wali kelasnya Ibu Mutmainah, S.Pd.Jumlah siswanya 34 siswa.
Dia berdomisili di Pasuruan dan kost di Tongas .Semoga dia
dapat bergabung dengan kami disini.



FOURTH CLASS

Wali kelas IV adalah Ibu Neneng Nurhayati,A.Ma.Pd. Jumlah siswanya 40 siswa.Dia orangnya tegas dan mampu mengendalikan anak didiknya yang sangat keterlaluan bila berbuat kenakalan. Tapi gambar disamping adalah guru agama.Namanya Bapak Sumadi, A.Ma. Dia adalah penyejuk iman kami dan anak didik kami setiap hari dan setiap waktu. Semoga SD kami selalu membawa berkah dan rahmatnya. Amien.....


FIFTH CLASS

Gambar disamping merupakan ruang kelas V. Jumlah siswanya 33 siswa.guru disamping merupakan guru IPS dan SBK kelas IV sampai dengan kelas VI.
Wali kelas V adalah Ibu Nurul Maghfirah,A.Ma.Pd.,Beliau adalah GTT dan juga beliau guru yang sabar dan suka memperhatikan kesulitan muridnya.


SIXTH CLASS


Gambar disamping merupakan guru jagoannya anak kelas VI karena beliau adalah wali kelas VI namanya Totok Sugiartono, A.Ma.Pd. Beliau kelahiran 30 Juni 1986.Jumlah siswanya 33 siswa.Tahun kemarin dia dapat meloloskan anak didiknya ke SMP sebesar 98 %.Angka tersebut bukanlah angka yang mudah dicapai kalau tanpa usaha yang sangat keras.


PEMBIASAAN SEKOLAH KAMI


UPACARA BENDERA

Upacara bendera dilaksanakan setiap hari Senin.Dimulai pukul 07.00-07.45 WIB.Kegiatan ini merupakan latihan untuk melatih kedisiplinan anak didik kami. Alhamdulilah sampai sekarang hasilnya dapat dirasakan.


SENAM PAGI

Senam dilaksanakan setiap hari Selasa, Kamis, dan Sabtu. Dimulai pukul 06.45-07.00 WIB.Manfaat dari senam ini untuk menyegarkan pikiran mereka di pagi hari dalam rangka akan menerima pelajaran.



KULPAG ( Kuliah Pagi)

Setiap hari Jum'at dilaksanakan Kuliah Pagi mulai pukul 06.45-07.00 WIB. Kegiatan bertujuan untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kita terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

DEVELOPMENT OF X'SELF

PRAMUKA

Pelaksanaan : Jum'at Pukul 15.00-17.00 WIB.
Pembimbing : Guru-guru Sukwan (GTT)

Dua kali tepuk pramuka ...prok prok prok ....prok prok prok....prok prok prok prok prok prok prok. Pasti sudah tidak aasing lagi di telinga kalian kan. So pasti dong kan itu sudah menjadi Pengembangan Diri anak-anak kami sejak dudlu dan harus tetap ada.Okk.....

KOMPUTER

Pelaksanaan : Kamis Pukul 15.00-1700 WIB
Pembimbing : Guru-guru Sukwan (GTT)

Wowww...gaul dong. So pasti barang kayak gitu sudah harus dipegang oleh anak didik kami.Kami tidak mau dong ketinggalan informasi apalagi dibilang GAPTEK (Gagap Teknologi), nggak mau dong!


DRUMBAND

Pelaksanaan : Selasa Pukul 15.00-17.00 WIB.
Pembimbing : Guru-guru Sukwan (GTT)

Waduh ...yang satu ini pasti kegemarannya anak-anak,karena mereka bisa menyalurkan bakatnya tentang musik ke alat yang sebenarnya. Mudah-mudahan Drumband kami selalu jadi yang terdepan di Kecamatan Tongas ..Amienn..


TARI TRADISIONAL

Pelaksanaan : Rabu Pukul 15.00-17.00 WIB.

Pembimbing : Guru-guru Sukwan (GTT)

Dengan adanya Seni Tari banyak sekali bakat -bakat siswa -siswi yang dapat tersalurkan khususnya anak perrempuan yang suka menari.Sampai saat inipun tetap berlangsung.Dalam Seni Tari banyak sekali mendapatkan juara di tingkat kecamatan.


OLAHRAGA SEPAK BOLA

Pelaksanaan : Rabu Pukul 15.00-17.00 WIB.
Pembimbing : Guru-guru Sukwan (GTT)

Kebanyakan dari anak-anak juga senang dengan pengembangan diri yang satu ini yaitu olahraga sepak bola.Dengan pelatih yang profesional memungkinkan mereka untuk
selalu melaju ke babak final setiap ada pertandingan.


MODERN DANCE

Pelaksanaan : Sabtu Pukul 15.00-17.00 WIB.

Pembimbing : Guru-guru Sukwan (GTT)

Selain Tari Tradisional juga ada Tari Moderen atau modern dance .Modern dance kami juga pernah meraih juara I dalam festival Bromo Cu
p tahun 2003. Anak didik kami sangat antusias dengan kegiatan tersebut.


SENI DRAMA


Pelaksanaan : Minggu Pukul 15.00-17.00 WIB.
Pembimbing : Guru-guru Sukwan (GTT)

Gambar disamping merupakan latihan drama kolosal. Dalam drama ini banyak sekali ekspresi anak-anak yang antusias. Pengembangan drama ini sangat
menyenangkan.




SENI SAMROH

Pelaksanaan : Minggu Pukul 15.00-17.00 WIB.
Pembimbing : Guru-guru Sukwan (GTT)

Meskipun kata orang samroh ketinggalan jaman, tetapi di SD kami tetap melestarikan kesenian tersebut. Ternyata banyak juga peminat atau bakat yang suka dengan samroh ini.

RACE BETWEEN SCHOOL


Lomba Drumband sering kali diikuti oleh SD kami di tingkat Kabupaten
salah satunya yaitu lomba Display Drumband di Gedung Sasana Krida
Kraksaan. Kami mendapat juara Harapan I.Tapi meskipun Juara
Harapan I kami sangat bangga sekali terhadap jerih payah anak-anak
kami.




Salah Cabang Olahraga di SD kami yaitu badminton atau bulu tangkis. Pada cabang ini kami mendapat Juara I. dan abnyak lagi olahraga yang lainnya dan tentunya juga mendapatkan juara, diantaranya voli putri sepak bola mini dll..


Lomba tari adalah salah satu andalan SD kami. Disini kami selalu mendapatkan juara I dalam lomba tari tradisional. Tarian yang pernah kami sajikan adalah: Tari Batok, Tari Piring, Tari Pasaran Agustusan nanti kami menampilkan Tari Nyiru.

KTSP

Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) adalah sebuah kurikulum operasional pendidikan yang disusun oleh dan dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan. KTSP secara yuridis diamanatkan oleh Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Penyusunan KTSP oleh sekolah dimulai tahun ajaran 2006/2007 dengan mengacu pada Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) untuk pendidikan dasar dan menengah sebagaimana yang diterbitkan melalui Peraturan Menteri Pendidikan Nasional masing-masing Nomor 22 Tahun 2006 dan Nomor 23 Tahun 2006, serta Panduan Pengembangan KTSP yang dikeluarkan oleh BSNP.

Pada prinsipnya, KTSP merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari SI, namun pengembangannya diserahkan kepada sekolah agar sesuai dengan kebutuhan sekolah itu sendiri. KTSP terdiri dari tujuan pendidikan tingkat satuan pendidikan, struktur dan muatan kurikulum tingkat satuan pendidikan, kalender pendidikan, dan silabus. Pelaksanaan KTSP mengacu pada Permendiknas Nomor 24 Tahun 2006 tentang Pelaksanaan SI dan SKL.


Standar isi adalah ruang lingkup materi dan tingkat kompetensi yang dituangkan dalam persyaratan kompetensi tamatan, kompetensi bahan kajian kompetensi mata pelajaran, dan silabus pembelajaran yang harus dipenuhi peserta didik pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu. Standar isi merupakan pedoman untuk pengembangan kurikulum tingkat satuan pendidikan yang memuat:

  • kerangka dasar dan struktur kurikulum,
  • beban belajar,
  • kurikulum tingkat satuan pendidikan yang dikembangkan di tingkat satuan pendidikan, dan
  • kalender pendidikan.

SKL digunakan sebagai pedoman penilaian dalam penentuan kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan. SKL meliputi kompetensi untuk seluruh mata pelajaran atau kelompok mata pelajaran. Kompetensi lulusan merupakan kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan sesuai dengan standar nasional yang telah disepakati.

Pemberlakuan KTSP, sebagaimana yang ditetapkan dalam peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 24 Tahun 2006 tentang Pelaksanaan SI dan SKL, ditetapkan oleh kepala sekolah setelah memperhatikan pertimbangan dari komite sekolah. Dengan kata lain, pemberlakuan KTSP sepenuhnya diserahkan kepada sekolah, dalam arti tidak ada intervensi dari Dinas Pendidikan atau Departemen Pendidikan Nasional. Penyusunan KTSP selain melibatkan guru dan karyawan juga melibatkan komite sekolah serta bila perlu para ahli dari perguruan tinggi setempat. Dengan keterlibatan komite sekolah dalam penyusunan KTSP maka KTSP yang disusun akan sesuai dengan aspirasi masyarakat, situasi dan kondisi lingkungan dan kebutuhan masyarakat.

PAKEM


Pembelajaran PAKEM II
Nopember 5, 2008 — Wahidin

Belajar itu menyenangkan. Tapi, siapa yang menjadi stakeholder dalam proses pembelajaran yang menyenangkan itu? Jawabannya adalah siswa. Siswa harus menjadi arsitek dalam proses belajar mereka sendiri. Kita semua setuju bahwa pembelajaran yang menyenangkan merupakan dambaan dari setiap peserta didik. Karena proses belajar yang menyenangkan bisa meningkatkan motivasi belajar yang tinggi bagi siswa guna menghasilkan produk belajar yang berkualitas. Untuk mencapai keberhasilan proses belajar, faktor motivasi merupakan kunci utama. Seorang guru harus mengetahui secara pasti mengapa seorang siswa memiliki berbagai macam motif dalam belajar. Ada empat katagori yang perlu diketahui oleh seorang guru yang baik terkait dengan motivasi “mengapa siswa belajar”, yaitu (1) motivasi intrinsik (siswa belajar karena tertarik dengan tugas-tugas yang diberikan), (2) motivasi instrumental (siswa belajar karena akan menerima konsekuensi: reward atau punishment), (3) motivasi sosial (siswa belajar karena ide dan gagasannya ingin dihargai), dan (4) motivasi prestasi (siswa belajar karena ingin menunjukkan kepada orang lain bahwa dia mampu melakukan tugas yang diberikan oleh gurunya).

Dalam paradigma baru pendidikan, tujuan pembelajaran bukan hanya untuk merubah perilaku siswa, tetapi membentuk karakter dan sikap mental profesional yang berorientasi pada global mindset. Fokus pembelajarannya adalah pada ‘mempelajari cara belajar’ (learning how to learn) dan bukan hanya semata pada mempelajari substansi mata pelajaran. Sedangkan pendekatan, strategi dan metoda pembelajarannya adalah mengacu pada konsep konstruktivisme yang mendorong dan menghargai usaha belajar siswa dengan proses enquiry & discovery learning. Dengan pembelajaran konstruktivisme memungkinkan terjadinya pembelajaran berbasis masalah. Siswa sebagai stakeholder terlibat langsung dengan masalah, dan tertantang untuk belajar menyelesaikan berbagai masalah yang relevan dengan kehidupan mereka. Dengan skenario pembelajaran berbasis masalah ini siswa akan berusaha memberdayakan seluruh potensi akademik dan strategi yang mereka miliki untuk menyelesaikan masalah secara individu/kelompok. Prinsip pembelajaran konstruktivisme yang berorientasi pada masalah dan tantangan akan menghasilkan sikap mental profesional, yang disebut researchmindedness dalam pola pikir siswa, sehingga kegiatan pembelajaran selalu menantang dan menyenangkan.

Mengapa Pakem.

Pakem yang merupakan singkatan dari pembelajaran aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan, merupakan sebuah model pembelajaran kontekstual yang melibatkan paling sedikit empat prinsip utama dalam proses pembelajarannya. Pertama, proses Interaksi (siswa berinteraksi secara aktif dengan guru, rekan siswa, multi-media, referensi, lingkungan dsb). Kedua, proses Komunikasi (siswa mengkomunikasikan pengalaman belajar mereka dengan guru dan rekan siswa lain melalui cerita, dialog atau melalui simulasi role-play). Ketiga, proses Refleksi, (siswa memikirkan kembali tentang kebermaknaan apa yang mereka telah pelajari, dan apa yang mereka telah lakukan). Keempat, proses Eksplorasi (siswa mengalami langsung dengan melibatkan semua indera mereka melalui pengamatan, percobaan, penyelidikan dan/atau wawancara).

Pelaksanaan Pakem harus memperhatikan bakat, minat dan modalitas belajar siswa, dan bukan semata potensi akademiknya. Dalam pendekatan pembelajaran Quantum (Quantum Learning) ada tiga macam modalitas siswa, yaitu modalitas visual, auditorial dan kinestetik. Dengan modalitas visual dimaksudkan bahwa kekuatan belajar siswa terletak pada indera ‘mata’ (membaca teks, grafik atau dengan melihat suatu peristiwa), kekuatan auditorial terletak pada indera ‘pendengaran’ (mendengar dan menyimak penjelasan atau cerita), dan kekuatan kinestetik terletak pada ‘perabaan’ (seperti menunjuk, menyentuh atau melakukan). Jadi, dengan memahami kecenderungan potensi modalitas siswa tersebut, maka seorang guru harus mampu merancang media, metoda/atau materi pembelajaran kontekstual yang relevan dengan kecenderungan potensi atau modalitas belajar siswa.

Peranan Seorang Guru.

Agar pelaksanaan Pakem berjalan sebagaimana diharapkan, John B. Biggs and Ross Telfer, dalam bukunya “The Process of Learning”, 1987, edisi kedua, menyebutkan paling tidak ada 12 aspek dari sebuah pembelajaran kreatif, yang harus dipahami dan dilakukan oleh seorang guru yang baik dalam proses pembelajaran terhadap siswa:

1. Memahami potensi siswa yang tersembunyi dan mendorongnya untuk berkembang sesuai

dengan kecenderungan bakat dan minat mereka,

2. Memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar meningkatkan rasa tanggung jawab dalam melaksanakan tugas dan bantuan jika mereka membutuhkan,

3. Menghargai potensi siswa yang lemah/lamban dan memperlihatkan entuisme terhadap ide serta gagasan mereka,

4. Mendorong siswa untuk terus maju mencapai sukses dalam bidang yang diminati dan penghargaan atas prestasi mereka,

5. Mengakui pekerjaan siswa dalam satu bidang untuk memberikan semangat pada pekerjaan lain berikutnya.

6. Menggunakan kemampuan fantasi dalam proses pembelajaran untuk membangun hubungan dengan realitas dan kehidupan nyata.

7. Memuji keindahan perbedaan potensi, karakter, bakat dan minat serta modalitas gaya belajar individu siswa,

8. Mendorong dan menghargai keterlibatan individu siswa secara penuh dalam proyek-proyek pembelajaran mandiri,

9. Menyatakan kapada para siswa bahwa guru-guru merupakan mitra mereka dan perannya sebagai motivator dan fasilitator bagi siswa.

10. Menciptakan suasana belajar yang kondusif dan bebas dari tekanan dan intimidasi dalam usaha meyakinkan minat belajar siswa,

11. Mendorong terjadinya proses pembelajaran interaktif, kolaboratif, inkuiri dan diskaveri agar terbentuk budaya belajar yang bermakna (meaningful learning) pada siswa.

12. Memberikan tes/ujian yang bisa mendorong terjadinya umpan balik dan semangat/gairah pada siswa untuk ingin mempelajari materi lebih dalam.

Selanjutnya bentuk-bentuk pertanyaan yang dapat menggugah terjadinya ”pembelajaran aktif,
kreatif, efektif dan menyenangkan” (Pakem), bisa diterapkan antara lain dalam salah satu

kegiatan belajar kelompok (studi kasus). Menurut Wassermen (1994), pertanyaan-pertanyaan yang memerlukan pemikiran yang dalam untuk sebuah solusi atau yang bersifat mengundang, bukan instruksi atau memerintah. Misalnya dengan menggunakan kata kerja : menggambarkan, membandingkan, menjelaskan, menguraikan atau dengan menggunakan kata-kata: apa, mengapa atau bagaimana dalam kalimat bertanya. Berikut adalah beberapa contoh bentuk pertanyaan yang bisa memberikan respon kreatif terhadap pertanyaan-pertanyaan tersebut.

1. Jelaskan bagaimana situasi ini bisa ditangani secara berbeda ?

2. Bandingkan situasi ini dengan situasi sekarang !

3. Ceriterakan contoh yang sama dengan pengalaman Anda sendiri !

Para siswa bisa juga diminta untuk menjawab sejumlah pertanyaan yang nampaknya sesuai dengan semua skenario. Contoh pertanyaan-pertanyaan berikut dapat memprovokasi siswa untuk berpikir tentang kasus yang dibahas.

1. Apa yang Anda bayangkan sebagai kemungkinan dari akibat tindakan tersebut ?

2. Dengan melihat kebelakang, bagaimana Anda menilai diri Anda sendiri ?

3. Dengan mengatakan yang sesungguhnya, apa kesimpulan Anda tentang isu penting itu ?

Proses pembelajaran akan berlangsung seperti yang diharapkan dalam pelaksanaan konsep
Pakem jika peran para guru dalam berinteraksi dengan siswanya selalu memberikan motivasi,
dan memfasilitasinya tanpa mendominasi, memberikan kesempatan untuk berpartisipasi aktif,
membantu dan mengarahkan siswanya untuk mengembangkan bakat dan minat mereka melalui
proses pembelajaran yang terencana. Perlu dicatat bahwa tugas dan tanggung jawab utama para
guru dalam paradigma baru pendidikan ”bukan membuat siswa belajar” tetapi ”membuat
siswa mau belajar”, dan juga ”bukan mengajarkan mata pelajaran” tetapi ”mengajarkan cara
bagaimana mempelajari mata pelajaran ”. Prinsip pembelajaran yang perlu dilakukan: ”Jangan meminta siswa Anda hanya untuk mendengarkan, karena mereka akan lupa. Jangan membuat siswa Anda memperhatikan saja, karena mereka hanya bisa mengingat. Tetapi yakinkan siswa Anda untuk melakukannya, pasti mereka akan mengerti”.

Penilaian Hasil Belajar.

Sebuah pertanyaan untuk direnungkan. Apakah sebuah ”Penilaian Mendorong Pembelajaran ?” atau apakah ”pembelajaran itu untuk mempersiapkan sebuah tes ? ” atau apakah ’Pembelajaran dan Tes’ tersebut dilakukan guna mendapatkan pengakuan tentang kompetensi yang diperlukan siswa atau sekolah? Dalam pelaksanaan konsep Pakem, penilaian dimaksudkan untuk mengukur tingkat keberhasilan siswa, baik itu keberhasilan dalam proses maupun keberhasilan dalam lulusan (output). Keberhasilan proses dimaksudkan bahwa siswa berpartisipasi aktif, kreatif dan senang selama mengikuti kegiatan pembelajaran. Sedangkan keberhasilan lulusan (output) adalah siswa mampu menguasai sejumlah kompetensi dan standar kompetensi dari setiap Mata Pelajaran, yang ditetapkan dalam sebuah kurikulum. Inilah yang disebut efektif dan menyenangkan. Jadi, penilaian harus dilakukan dan diakui secara komulatif. Penilaian harus mencakup paling sedikit tiga aspek : pengetahuan, sikap dan keterampilan. Ini tentu saja melibatkan Professional Judgment dengan memperhatikan sifat obyektivitas dan keadilan. Untuk ini, pendekatan Penilaian Acuan Norma (PAN) dan Penilaian Acuan Patokan (PAP) merupakan pendekatan penilaian alternatif yang paling representatif untuk menentukan keberhasilan pembelajaran Model Pakem.

Media dan bahan ajar. ”Media dan Bahan Ajar” selalu menjasi penyebab ketidakberhasilan sebuah proses pembelajaran di sekolah. Sebuah harapan yang selalu menjadi wacana di antara para pendidik/guru kita dalam melaksanakan tugas mengajar mereka di sekolah adalah tidak tersedianya ’media pembelajaran dan bahan ajar’ yang cukup memadai. Jawaban para guru ini cukup masuk akal. Seakan ada korelasi antara ketersediaan ’media bahan ajar’ di sekolah dengan keberhasilan pembelajarn siswa. Kita juga sepakat bahwa salah satu penyebab ketidakberhasilan proses pemblajarn siswa di sekolah adalah kurangnya media dan bahan ajar. Kita yakin bahwa pihak manajemen sekolah sudah menyadarinya. Tetapi, sebuah alasan klasik selalu kita dengar bahwa ”sekolah tidak punya dana untuk itu”!.

Dalam pembelajaran Model Pakem, seorang guru mau tidak mau harus berperan aktif, proaktif dan kreatif untuk mencari dan merancang media/bahan ajar alternatif yang mudah, murah dan sederhana. Tetapi tetap memiliki relevansi dengan tema mata pelajaran yang sedang dipelajari siswa. Penggunaan perangkat multimedia seperti ICT sungguh sangat ideal, tetapi tidak semua sekolah mampu mengaksesnya. Tanpa merendahkan sifat dan nilai multimedia elektronik, para guru dapat memilih dan merancang media pembelajaran alternatif dengan menggunakan berbagai sumber lainnya, seperti bahan baku yang murah dan mudah di dapat, seperti bahan baku kertas/plastik, tumbuh-tumbuhan, kayu dan sebagainya, guna memotivasi dan merangsang proses pembelajaran yang kreatif dan menyenangkan.

Dalam kesempatan melakukan studi banding di Jerman, saya melihat bagaimana seorang guru fisika di sebuah Sekolah Kejuruan (Berlin) menggunakan alat peraga simulasi (Holikopter) yang dibuat dari kertas karton yang diapungkan didepan kelas dengan menggunakan sebuah blower untuk memudahkan para siswa dalam memahami prinsip-prinsip yang berkaitan dengan mata pelajaran fisika tersebut. Proses pembelajarannya mudah dipahami dan sangat menyenangkan. Media simulasi ini tidak dibeli sudah jadi, tetapi dirancang oleh seorang guru mata pelajaran fisika itu sendiri. Saya kira inilah yang disebut guru yang kreatif. Jadi, model ’pembelajaran aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan’, atau yang kita sebut dengan PAKEM itu tidak selalu mahal. Unsur kreatifitas itu bukan terletak pada produk/media yang sudah jadi, tetapi lebih pada pola fikir dan strategi yang digunakan secara tepat oleh seorang guru itu sendiri dalam merancang dan mengajarkan materi pelajarannya.

Dalam merancang sebuah media pembelajaran, aspek yang paling penting untuk diperhatikan
oleh seorang guru adalah karakteristik dan modalitas gaya belajar individu peserta didik, seperti
disebutkan dalam pendekatan ’Quantum Learning’ dan Learning Style Inventory’. Media yang
dirancang harus memiliki daya tarik tersendiri guna merangsang proses pembelajaran yang
menyenangkan. Sementara ini media pembelajaran yang relatif cukup representatif digunakan
adalah media elektronik (Computer – Based Learning). Selanjutnya skenario penyajian ’bahan
ajar’ harus dengan sistem modular dengan mengacu pada pendekatan Bloom Taksonomi. Ini
dimaksudkan agar terjadi proses pembelajaran yang terstruktur, dinamis dan fleksibel, tanpa
harus selalu terikat dengan ruang kelas, waktu dan/atau guru. Perlu dicatat bahwa tujuan akhir mempelajari sebuah mata pelajaran adalah agar para siswa memiliki kompetensi sebagaimana ditetapkan dalam Standar Kompetensi (baca Kurikulum Nasional). Untuk itu langkah/skenario penyajian pembelajarn dalam setiap topik/mata pelajaran harus dituliskan secara jelas dalam sebuah Modul. Dengan demikian diharapkan para siswa akan terlibat dalam proses pembelajaran tuntas (Mastery Learning) dan bermakna (Meaningful Learning).

ditulis oleh: Drs. Anwar Fuady, M.Ed

Dalam proses belajar mengajar sangat diperlukan strategi pembelajaran yang sangat baik dan cocok untuk situasi dan kondisi siswa. Strategi yang sangat cocok dan menarik peserta didik dalam pembelajaran sekarang ini dikenal dengan nama PAKEM (Pembelajaran Aktif Kreatif Efektif dan Menyenangkan)

PAKEM adalah sebuah model pembelajaran yang memungkinkan peserta didik mengejakan kegiatan yang beragam untuk mengembangkan keterampilan dan pemahaman dengan penekanan kepada belajar sambil bekerja, sementara guru menggunakan berbagai sumber dan alat bantu belajar termasuk pemanfaatan lingkungan supaya pembelajaran lebih menarik, menyenangkan dan efektif.

A. ALASAN PENERAPAN PAKEM
PAKEM diterapkan dilatarbelakangi oleh kenyataan bahwa pembelajaran model konvensional dinilai menjemukan, kurang menarik bagi para peserta didik sehingga berakibat kurang optimalnya penguasaan
materi bagi peserta didik.

B. CIRI-CIRI / KARAKTERISTIK PAKEM
Ciri-ciri/karakteristik PAKEM adalah:
a. Pembelajarannya mengaktifkan peserta didik
b. Mendorong kreativitas peserta didik &guru
c. Pembelajarannya efektif
d. Pembelajarannya menyenangkan utamanya bagi peserta didik

C. PRINSIP PAKEM
Prinsip PAKEM antara lain:
1. Mengalami: peserta didik terlibat secara aktif baik fisik, mental maupun emosional
2. Komunikasi: kegiatan pembelajaran memungkinkan terjadinya komunikasi antara guru dan peserta diidik
3. Interaksi: kegiatan pembelajarannyaa memungkinkan terjadinya interaksi multi arah
4. Refkesi: kegiatan pembelajarannya memungkinkan peserta didik memikirkan kembali apa yang telah dilakukan

D. JENIS PENILAIAN SESUAI DG PEMBELAJARAN MODEL PAKEM
1. Penilaian yang sesuai dengan pembelajaran model Pakem adalah penilaian otentik yang merupakan proses pengumpulan informasi oleh guru tentang perkembangan dan pencapaian pembelajaran yang dilakukan oleh peserta didik melalui berbagai teknik yang mampu mengungkapkan, membuktikan atau menunjukkan secara tepat bahwa tujuan pembelajaran telah benar-benar dikuasai dan dicapai.
2. Tujuan Penilaian otentik itu sendiri adalah untuk: (a) Menilai Kemampuan Individual melalui tugas tertentu; (b) Menentukan kebutuhan pembelajaran; (c) Membantu dan mendorong siswa; (d) Membantu dan mendorong guru untuk mengajar yang lebih baik; (e) Menentukan strategi pembelajaran; (f) Akuntabilitas lembaga; dan (g) Meningkatkan kualitas pendidikan.
3. Bentuk penilaian tes dapat dilakukan secara lisan, tertulis, dan perbuatan. Sementara itu, bentuk penilaian non tes dilakukan dengan menggunakan skala sikap, cek lis, kuesioner, studi kasus, dan portofolio.
4. Dalam pembelajaran, dengan pendekatan Pakem rangkaian penilaian ini seyogiayanya dilakukan oleh seorang guru. Hal ini disebabkan setiap jenis atau bentuk penilaian tersebut memiliki beberapa kelemahan selain keunggulan.

E. TUJUAN PENILAIAN PEMBELAJARAN MODEL PAKEM
1. Menilai kemampuan individual melalui tugas tertentu
2. Menentukan kebutuhan pembelajaran
3. Membantu dan mendorong siswa
4. Membantu dan mendorong guru untuk mengajar yang lebih baik
5. Menentukan strategi pembelajaran
6. Akuntabilitas lembaga
7. Meningkatkan kualitas pendidikan

F. MERANCANG DAN MELAKSANAKAN PENILAIAN PEMBELAJARAN MODEL PAKEM
1. Merancang penilaian dilakukan bersamaan dengan merancang pembelajaran tersebut. Penilaian disesuaikan dengan pendekatan dan metode yang dilaksanakan dalam pembelajaran.
2. Dalam pembelajaran dengan pendekatan model Pakem, penilaian dirancang sebagaimana dengan penilaian otentik. Artinya, selama pembelajaran itu berlangsung, guru selain sebagai fasilitator juga melakukan penilaian dengan berbagai alat yang sesuai dengan kegiatan yang dilakukan oleh siswa.

Kamis, 06 Agustus 2009

OUR ARTICLE SCHOOL.


BILA RASULULLAH MENJENGUK KITA


Bayangkan apabila Rasulullah SAW dengan seizin Allah tiba – tiba mengetuk pintu rumah kita, Beliau datang dengan wajah tersenyum dan muka bersih di muka pintu rumah kita. Apa yang akan kita lakukan ?Mestinya kita akan sangat berbahagia, memeluk erat beliau erat-erat dan mempersilahkan beliau masuk rumah kita. Kemudian kita tentunya akan meminta dengan sangat agar beliau sudi untuk menginap beberapa hari di rumah kita. Beliau tentu tersenyum…….Tapi barangkali kita meminta kepada Rasulullah SAW menunggu sebentar di depan pintu, karena kita teringat VCD +18 yang ada di ruangan kita, dan kita tergesa-gesa memindahkan dahulu video tesebut ke dalam.Beliau tentu tersenyum……Atau barangkali kita teringat lukisan wanita setengah telanjang yang kita pajang di ruang tamu kita, sehingga kita terpaksa memindahkan kebelakang dengan tergesa-gesa.Barangkali kita akan memindahkan lafadz Allah dan Muhammad yang ada di ruangan samping untuk kita letakan di ruang tamu.Beliau tentu tersenyum…….Bagaimana bila kemudian beliau bersedia untuk menginap dirumah kita ??Barangkali kita teringat anak kita lebih hafal lagu barat dari pada menghafal shalawat kepada Rasulullah SAW. Barangkali kita menjadi malu bahwa anak-anak dan istri tidak mengetahui sedikitpun tentang sejarah Rasulullah SAW. kita lupa dan lalai mengajari mereka.Beliau tentu tersenyum……..Barangkali kita menjadi malu bahwa anak kita tidak mengetahui satupun nama keluarga Rasulullah SAW dan sahabat-sahabatnya. Tapi lebih hafal di luar kepala mengenai anggota avatar atau kura-kura ninja atau D’Masiv.Barangkali kita menyulap satu kamar menjadi ruangan untuk shalat. Barangkali kita teringat wanita dirumah kita tidak memiliki koleksi pakaian yang patut untuk berhadapan dengan Rasulullah SAW.Beliau tentu tersenyum……Belum lagi koleksi buku-buku kita dan anak-anak kita. Belum lagi koleksi kaset kita dan anak-anak kita. Belum lagi koleksi karaoke kita dan anak-anak kita. Kemana kita harus menyingkirkan semua koleksi tersebut demi menghormati junjungan kita ??Barangkali kita menjadi malu diketahui Rasulullah bahwa kita tidak pernah ke masjid meskipun suara adzan begitu jelas dalam pendengaran kita.Beliau tentu tetap tersenyum……Barangkali kita menjadi malu pada saat magrib bahwa keluarga kita menjadi sibuk dengan TV, barangkali kita menjadi malu karena menghabiskan hampir seluruh waktu kita untuk mencari kesenangan duniawi. Barangkali kita menjadi malu karena keluarga kita tidak pernah menjalankan sholat sunnah, barangkali kita menjadi malu karena keluarga kita jarang membaca Al-Qur’an. Barangkali kita menjadi malu karena kita tidak mengenal tetangga-tetangga kita.Beliau tentu tetap tersenyum…….Barangkali kita menjadi malu jika Rasulullah menanyakan kepada kita siapa nama tukang sampah yang setiap hari mengambil sampah kita. Barangkali kita menjadi malu jika Rasulullah bertanya kepada kita tentang nama dan alamat tukang penjaga masjid dekat rumah kita. Betapa senyum beliau masih ada disitu……..Bayangkan apabila Rasulullah tiba-tiba muncul di depan pintu rumah kita……..Apa yang akan kita lakukan ??? Masikah kita memeluk beliau dan mempersilahkan beliau masuk dan menginap dirumah kita ??? Ataukah dengan berat hati kita akan menolak beliau berkunjung ke rumah kita karena hal itu membuat kita repot dan malu ???Maafkan kami Ya Rasulullah…….Masihkah beliau tersenyum ???Senyum pilu, senyum sedih, dan senyum getir……..Oh betapa memalukannya kehidupan kita saat ini dimata Rasulullah……..Kita sangat mengharapkan syafaat beliau pada saat kita luntang-lantung dipadang masyar kelak, padahal kita jarang sekali menyebut namanya, kondisi kehidupan kita sangat jauh dari yang dicontohkan Rasulullah.Rekan-rekan sekalian, tanpa kehadiran Rasulullah pun dirumah kita, yakinilah bahwa segala kehidupan kita berada dalm tatapan oleh Allah SWT, tidak ada yang luput dari tatapannya.Semoga bermanfaat dan selalu mengingatkan kita…………